Minggu, 02 Maret 2014

BUKU BELAJAR MEMBACA , ISBN:9786021447116

       Belajar Membaca , Menulis dan Berhitung (CALISTUNG )

       Dengan Metode SAS , Usia b 3 tahun bisa !!

       Diterbitkan :CV Grafika Offset Mandiri ,Ponorogo, Jatim.

INOVASI BELAJAR MEMBACA,USIA 3 TAHUN BISA

                  INOVASI  Belajar  Membaca , Menulis dan berhitung (CALISTUNG )Usia 3 Tahun bisa

                                    Menggunakan Metode SAS, Tanpa Mengeja

                                    Dan bisa juga dengan  cara Mengeja ...... Khusus untuk Kolom Kotak Program

                                    kolom 3  dan kolom 4  ( lihat Pedoman Pengunaan dalam Buku Tek )

                                    Diterbitkan CV Grafika Offset Mandiri Nomor ISBN :9786021447116

Benarkah anak usia 3 tahun, sudah mulai bisa diberi pelajaran membaca............ yaaa tentunya bisa ,

setelah anak sudah bisa menyebutkan , membedakan nama-nama  orang yang ada disekitarnya dan

dapat menyebutkan nama-nama benda yang ada di sekitarnya,dengan benar , laval yang benar.

            Dalam buku tek ini , disusun sedemikian  rupa , sehingga Orang Tua , Guru Paud/TK /Guru Klas 1 SD

atau siapa  saja ,akan lebih mudah  memberi pelajaran membaca permulaan.

Buku ini menggunakan Metode SAS, yang diawali dengan : MEMBACA GAMBAR......ini  bola

lalu anak diajak  ,MEMBACA KALIMAT /KATA  yang ada dibawah  gambar berupa tulisan ... ini bola .

            Jadi anak tidak langsung diajak membaca : aiueo........ba,bi ,bu ,be,,bo...................dst




Senin, 04 November 2013

ANAK HILANG........... CARA MENGATASI

Kita sering mendengar ada anak hlang............yang terakhir si Alma  hilang di Monas.
              Sebenarnya  sejak dini , begitu anak sudah bisa bicara , sebagai orang tua kita harus
mengajari ,anak tadi harus mengetahui : nama.......... nama orang tua......... alamat..........
setelah hafal betul: peerkenalkan nomor telpon milik papa/mamanya, apalagi kalau anak tersebut
sudak  sekolah : di Paud. di TK  atau bahkan di SD. anak harus di perkenalkan :nama guru,,,,,,,,
alamat sekolah.......... nomor telpon sekolah.
Ajaklah  anak bermain peranb , simulasi..........
          Apabila  terjadi  berpisah dengan guru, dengan temannya, dengan orang tua, dengan saudaranya
Ajaklah murid -murid tadi bermain simulasi, pertama dilakukan di sekolah, dan di coba dilakukan
ditempat keramaian: di Alon-alon, di pasar, di mol, di pasar malam. di kebon binatang  dll
Suatu misal anak sudah bisa bermain  peran , terpisah dengan guru waktu ada di alon-alon, atau dimana....?
           Setelah bisa di cobakan  secara beneran  waktu ada  hari ulang tahun : 17 Agustus
Pilih anak yang cerdas, pemberani  agar ia  memainkan  peran : terpisah dengan gurunya
           - Anak tidak boleh panik.
           - Tidak boleh menangis.
           - Anak  kelihatan  biasa , seolah-olah  ia berada pada pada  tempat biasa yang sering
              dikunjungi, atau  seolah-olah  rumah anak ada di sekitar  tempat itu
           - Suruh mereka  maju ke panggung.......... agar mengtakan  bahwa : ia terpisah dengan bu guru
                         atau menemui  pak Polisi
           - Pesanlah kepada mereka  jangan sekali - sekali   minta tolong pada orang yang tidak di kenal
                         Kalau di MOL   menemui SATPAM, atau ke kasir
          - Kalau  di jalan raya .......  carilah  kantor Pemerintah / bang  atau  ke toko

Setelah anak terbiasa derngan bermain peran dan sering  di praktekan, entah benar terpisah/  atau sekedar
praktek, dan hal tersebut sering diulang, karena setiap ada keramaian pasti ada anak yang berani melakukan
seperti  itu, maka anak yang lain akan  melakukan hal yang sama ,
Polisi adalah sahabat anak,  Biasakan anak berkunjung  ke Kantor Polisi, ke kantor Bupati, ke kantor Camat,  Ke Bank,  ke Puskesmas, latihlah  anak anda untuk membayar di kasir, waktu Mol / di toko

OOOOOOOO  iya lupa  perkenalkan murid , anak Anda dengan  nomor darurat :
Nomor darurat : Polisi, SAR NAS, Ambulan. Pemadam kebakaran, nomnor :mama/papa/guru/ saudara
Aku yakin  :Anak terpisah  bukanlah merupakan  merupakan  hal yang menghawatirkan.
                  karena anak sudah tau apa yang harus di lakukan ..............................................???????????









































































Sabtu, 14 September 2013

Cepat Pintar Membaca




Buku Belajar Membaca .......

Judul Buku :
 Cepat pintar belajar membaca

                    Inovasi belajar membaca dan menulis permulaan dengan Metode SAS

                   Sebelum memberi pelajaran membaca,perlulah kita mengingat kembali tentang :

                       -Huruf vokal dan konsonan dalam bahasa indonesia

                       -Suku kata ...kata....dan kalimat ...............................

                 
                      -Metode SAS.

                                         1.Latar belakang Metode SAS

                                         2.Dasar-dasar Metode SAS

                                         3.Prinsip-prinsip Metode SAS

                                         4.Pengertian Metode SAS

                                         5.Tujuan Metode SAS..................sebagai berikut:...............

Huruf Vokal dan Konsonan

Dalam Bahasa Indonesia, Huruf dibagi menjadi empat kelompok, yakni :

1. Huruf Vokal atau Huruf Hidup

Huruf Vokal adalah bunyi ujaran akibat adanya udara yang keluar dari paru-paru tidak terkena hambatan atau halangan. Jumlah huruf vokal ada 5, yaitu a, i, u, e, dan o.

2. Huruf Konsonan atau Huruf Mati

Huruf Konsonan adalah bunyi ujaran akibat adanya udara yang keluar dari paru-paru mendapatkan hambatan atau halangan. Jumlah huruf konsonan ada 21 buah, yaitu b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

3. Huruf Diftong atau Huruf vokal Rangkap

Huruf diftong adalah gabungan dua buah huruf vokal yang menghasilkan bunyi rangkap. Dalam Bahasa Indonesia huruf diftong berbentuk ai, au, dan oi. Contoh : Bangau, Pakai, Sengau, Perangai, dsb.

4. Huruf Konsonan Rangkap

Gabungan dua huruf konsonan ada 4 buah dalam bahasa indonesia, yaitu : kh, ng, ny, dan sy. Contohnya : nyamuk, syarat, kumbang, khawatir, dsb.

Suku Kata, Kata, dan Kalimat

 Seperti kita ketahui pada saat kita semua masih berada di bangku Sekolah Dasar (SD), kita diajarkan oleh bapak / ibu guru kita mengenai Bagaimana cara ber-bahasa Indonesia dengan benar. Struktur serta tatanan Bahasa Indonesia adalah salah satu yang kita pelajari. Seperti halnya grammar pada bahasa Inggris, dalam posting kali ini saya akan membahas sedikit mengenai struktur bahasa Indonesia.

- Kalimat adalah kumpulan / gabungan dari beberapa kata yang membentuk dan mempunyai struktur atau pola yang berkaitan. ( S + P + O + K )

- Kata adalah bagian terkecil dari kalimat yang terdiri dari kumpulan / gabungan beberapa suku kata yang terangkai dan mempunyai makna atau arti. ( S ) ( P ) ( O ) ( K )

- Sukukata adalah bagian terkecil dari kata dan yang paling terkecil dari kalimat dan sudah tidak bisa di uraikan kembali.

A , B , C , D , E , F , …dst adalah merupakan dari sukukata.

Ibu, budi, di, dan, yang, … dst adalah merupakan dari kata.

Ibu Budi pergi ke pasar adalah merupakan dari Kalimat.

Apakah rangkaian kata dibawah termasuk kalimat ?

Ibu budi

(s) (ks)

          Maka barulah kita memilih metode yang di inginkan:

-  Apa metode Eja/ meng Eja  ...yang katanya kuno /tradidionil

-  Apa metode tanpa  meng Eja  yang katanya lebih  baik

-  Apa metode SAS  , ada yamg bilang lebih sulit dan ada yang bilang metode SAS adalah lebih mudah..

Pada kesempatan ini kami memilih metode SAS , karena metode SAS, lebih mencakup hampir seluruh

metode belajar membaca yang pernah ada,.

Metode SAS diawali dengan:

      -  membaca gambar

      -  membaca  kalimat yang ada  dibawah gambar( contoh : ini  bola  abi )

      -  membaca kata, suku kata- huruf.- dan menggabungkan dua  huruf menjadi suku kata

         dua suku kata / lebih menjadi kata ...............dan memjadi satu kalimat lagi

Di bawah ini ada contoh beberapa halaman yang ada pada buku .

Judau buku :  Cepat pintar membaca.

                      Inovasi belajar membaca dan menulis permulaan dengan metode SAS

1.      Cara mengajar membaca menulis permulaan tanpa buku.

a.       Merekam, guru melakukan pengamatan pengalaman berbahasa anak dengan memperhatikan percakapan anak, sebelum pelajaran dimulai missal: ayah pergi, aku punya adik, ibu memasak.

b.      Tanya jawab

Hasil rekaman dikembangkan dalam pelajaran di kelas. Missal; siapa nama dik?

c.       Cerita guru

Isi cerita diarahkan kepada bahan yang henda diajarkan untuk kata-kata: ibu, bapak, kakak, adik, dan sebagainya.

d.      Membaca gambar/analisa gambar

Guru menanyakan gambar keluarga budi dan masing-masing gambar keluarga budi dan gambar keluarga budi secara terpisah.

Asosiasi dengan gambar, dengan gambar kalimat guru memperkenalkan kalimat di bawah gambar.

Cukuplah jelas bahwa penagjaran bahasa di kelas I dimulai dengan membaca tanpa buku atau membaca gambar. Setelah itu untuk menyampaikan pengajaran bahasa Indonesia kelas I digunakan metode SAS.

Langkah-langkah mengajar sesuai dengan buku murid.

1.      Membaca gambar keluarga hal 1

2.      Membaca gambar keluarga hal 2

3.      Membaca gambar, dibawah gambar sudah terdapat kalimat suatu missal gambar itu, di bawahnya ada kalimat:

Ini        budi     budi     hal  3

4.      Latihan membaca seperti hal 6.

                            Ini        budi

               Ini                                budi

   Ini                                                        budi

             Ini                                budi

                         Ini        budi

                         Ini        budi

A.    Metode SAS

    Latar belakang

Yang melatar belakangi metode SAS adalah adanya gagasan-gagasan pembaharuan pendidikan sejak tahun 1968 dan baru tahun 1970 an barulah mengambil langkah-langkah yang antara lain  diadakan seminar pengajaran bahasa Indonesia sekolah dasar tanggal 23-25 Maret 1970, saying dalam gambar seminar  tersebut tidak membuahkan  hasil yang diharapkan. Setelah itu pemerintah mengadakan PKMM (Proyek kurikulum dan Metode Mengajar) dengan melalui berbagai penyelidikan dan percobaan maka tersusunkanlah metode SAS sebagai metode yang diettapkan untuk dikembangkan. Metode SAS di pilih untuk pengajaran bahasa Indonesia.[1]

    Dasar metode SAS

a.       Struktur bahasa

Setiap bahasa memiliki struktur artinya terdiri atas organ atau bagian-bagian. Oleh karena itu struktur bahasa juga merupakan organisasi yang membentuk kesatua bahan.

b.      Bentuk bahasa

Umumnya kita mengakui bagian bahasa yang terkecil adalah kalimat, satu kalimat harus mengandung atau menyertakan satu pengertian yang cukup jelas dan lengkap (bentuk, fungsi maupun isi). Namun kadang-kadnag kalimat atau bahasa itu dinyatakan dengan bentuk satu kata saja, satu ucapan saja, atau satu tanda saja, kata ini berdiri sendiri. Untuk mengajar bahasa tentu saja tidak dimulai dari mengajar suku kata atau kata.

Selain dari dasar bahasa itu sendiri metode SAS di dasari pula oleh ilmu jiwa Gestal: bahwa pengamatan manusia terhadap sesuatu benda atau perwujudan adalah secara totalitas/keseluruhan atau global. Karena keingintahuan dari anak itu sendirinya akan dianalisa dan selanjutnya akan dihubungkan kembali/disintesakan menjadi keseluruhan.

    Prinsip-prinsip metode SAS

a.       Bahasa baik lisan maupun tulisan adalah satu keselurhan satu struktur yang terorganisir.

b.      Kalimat adalah struktur bahasa yang terkecil, kalimat dapat dianalisa menjadi kata, suku kata dan huruf.

c.       Pada saat anak masuk SD telah membawa pengalaman berbahasa, maka pengalaman tersebut harus diperhatikan dan dikembangkan.

d.      Proses kejiwaan manusa menyerap rangsangan dari luar melalui struktur-struktur, baru kemudian mengenal unsure-unsurnya.

e.       Manusia memiliki kecenderungan sifat ingin tahu untuk memenuhi keinginan tersebut menggunakannya daya analisa dan sintesa.

f.       Pemahaman suatu makan selalu dalam hubunga dengan struktur.

    Pengertian metode SAS

SAS singkatan dari Struktur Analitik Sintatik

a.       Struktur artinya menurut struktur, susunan yang teratur yang merupakan bentuk tertentu, tapi pada hakekatnya terdiri dari bagian-bagian tertentu pula.

b.      Analitik memiliki arti menurut analisa, secara analisa berarti bagian-bagian atau organ, bagian dalam struktur akan Nampak setelah dianalisa. Hasil analisa akan merupakan bentuk analitik menganalisa berarti memisahkan, menceraikan, mengupas, atau menguraikan.

c.       Sintetik berarti secara sintesa atau menurut sintesa, sintesa berarti gabungan atau rangkaian hasil sintesa akan merupakan bentuk sintetik. Secara logis orang setelah mengenal bagian-bagian dan fungsinya ada keinginan untuk mengenal kembali struktur.

Dalam pengajaran bahasa setelah anak mengenal bagian-bagian/kata, suku kata, huruf, hendaknya dibimbing untuk mensintesakan lagi menjadi kalimat.

    Tujuan metode SAS

Metode SAS bertujuan agar anak secepat-cepatnya dapat membaca dan meulis bahasa Indonesia dan diharapkan anak lebih trampil berbahasa Indonesia.

SAS mengutamakan keterampilan dari pada pengetahuan bahasa, pengetahuan bahasa diajarkan dengan dikemangkan pemakaian bahasa sebagai kebiasaan.

    Keguanaan pemakaian bahasa sebagai kebiasaan

Metode SAS digunakan untuk mengajarkan bahasa Indonesia, selain itu juga untuk pengajaran bidang studi yang lain.

    Alat peraga

Untuk mengajarkan bahasa Indonesia khususnya kelas I disediakan gambar-gambar, kartu kalimat, kartu kata, kartu suku kata dan kartu huruf, dalam penggunaannya ditempelkan pada kain planel. Alat peraga ini khususnya untuk klasilkal.

B.     Model Alat Peraga Y

Alat peraga ini diperoleh dari pemerintah atau paket dari Departemen Perdidikan dan kebudayaan Republik Indonesia. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut:

1.      Kain flanel yang berfungsi untuk menempelkan gambar dan kartu huruf.

2.      Gambar-gambar yang antara lain gambar keluarga, gambar ayah, ibu, budi, wati, dan gambar-gambar lainnya.

3.      Kartu-kartu kalimat, kata, suku kata dan huruf-huruf.

[1]  Tim Penatar Keliling p3D Cabang Jawa Timur, Bahasa Indonesia Bahan Up Grading Guru/ Kepala Sekolah Dasar di Jawa Timur, hal. 19

Selasa, 09 April 2013

Contoh Video Animasi 3D Youtube.com - Infoting

tolong aku dibuatkan cd animasi tuk belajar membaca, sebagai pendamping buku saya
aku P Ahmad di ponorogo , 082141300336

Jumat, 29 Maret 2013

Inovasi Teknologi Buku Belajar Membaca dan Menulis Permulaan

Inovasi Teknologi Buku Belajar Membaca dan Menulis Permulaan.
           Memberi pelajaran membaca dan menulis permulaan kepada anak usia dini , anak TK dan anak SD
klas 1 , memang lebih sulit , berbeda kalau kita memberi pelajaran  membaca kepada anak usia  12 tahun,
meskipun anak tersebut belum pernah sama sekali mengenyam pendidikan, seperti anak jalanan, anak di pedalaman, karena memang belum ada sekolah di daerah itu, atau  orang dewasa yang buta huruf, untuk mereka -mereka ini apabila di beri pelajaran membaca akan lebih mudah, meskipun kita menggunakan metode apapun: Metode Eja, Metode Tanpa Mengeja, Metode aiueo, ba-bi-bu-be-bo, Metode SAS
dan metode - metode lainnya .
Mengapa mereka lebih mudah di beri pelajaran membaca ?;
Karena mereka sudah mengetahui mamfaat  bagi seseorang apabila dapat membaca.
Berbeda dengan anak usia dini, anak TK, anak SD klas 1, mereka tak memiliki sedikitpun pengetahuan,pengertian  untuk apa harus bisa membaca, maka jangan heran , kalau anak-anak ini sangat sulit di beri pelajaran membaca, dan kita sebagai pembimbing / orang tua tak mungkin kita paksa agar anak mau di beri pelajaran membaca, dari hal-hal tersebut , saya mencoba untuk mengatasi nya dengan menyusun sebuah buku yang sangat sederhana , dan sebagian contoh beberapa halaman  sebagai beriku: